Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Desember 2012

Keluarga besar KUD Soliamitra

Mini Market Soliamitra masuk dalam keluarga besar KUD Soliamitra. Karena MM Soliamitra adalah salah satu unit dari unit-unit usaha KUD (Koperasi Unit Desa) Soliamitra.
Unit-unit yang lain tidak kalah bergengsi dibanding unit mini market ini. Seperti unit bengkel motor Suzuki yang tampil keren . Unit Simpan pinjam, Unit kelistrikan yang berkembang pesat sehingga merajai kota Depok berkat kerjasamanya yang semakin intensif dengan PLN Depok, juga PLN Jakarta.
Dan yang paling baru dibentuknya PT SSeraya sebagai unit baru untuk menangani berbagai kontrak kerja dengan kalangan pemerintah maupun swasta.
Semua itu membawa kemajuan yang besar bagi KUD Soliamitra.

Keberhasilan ini membawa kebahagiaan bagi semua yang bernaung di KUD Soliamitra, termasuk semua karyawan unit yang notabene juga sebagai anggota koperasi Soliamitra.
Keberhasilan KUD Soliamitra yang sangat mengagumkan ini dibawah kepimimpinan ketuanya yaitu bapak H.Mohamad HB, SE.  yang membawa posisi KUD Soliamitra menjadi satu dari empat koperasi terbaik di Kota Depok (Th 2009) Dengan usia yang masih muda dan energetik, banyak terobosan dan pengembangan dilakukan selama kepemimpinannya yang 2 periode. Bisa dikatakan kemajuan KUD begitu spektakuler (menakjubkan).

Patutlah ini semua disyukuri.
Mengingat kenangan bagaimana dulu  sulitnya merintis Koperasi Soliamitra, yang terbayang adalah usaha yang keras, tak kenal lelah, penuh keprihatinan dan kesedihan yang sering membuahkan air mata.
Bagaimana seringnya di Rapat Minggon, rapat yang dihadiri para lurah se kecamatan, banyak peserta rapat yang  menyindir kami habis-habisan dan menolak ketika kami mensosialisasikan pentingnya ada koperasi.
Mereka mengatakan Koperasi itu Kopernya di isi (terus pengurusnya lari). Cemoohan itu sebenarnya bisa dimaklumi mengingat sebelumnya ada yang berinisiatif membentuk koperasi, tapi setelah uang terkumpul lalu dibawa pergi.Tapi bagaimanapun cemoohan itu terasa menyakitkan dan menjatuhkan mental.
Hampir saja kami menyerah.......

Juga bagaimana ketika kami harus berkali-kali, bolak balik ke PLN untuk memohon agar PLN mau   bekerjasama dengan kami/ koperasi dalam hal pembayaran listrik. Kami sering harus menahan hati. Citra koperasi yang sudah terlanjur jelek, sehingga KUD Soliamitrapun pasti diragukan ke sungguhannya/dan kejujurannya.
Menahan hati dan air mata bukan hanya karena susahnya untuk bisa menghadap pak kepala PLN, tapi yang sering justru perlakuan para Satpam nya yang sering membuat kami seperti merasa terusir.
Hampir saja kami menyerah........

Adanya ikatan rasa kekeluargaan yang kental diantara kami, pengurus dan karyawan KUD Soliamitra yang waktu itu hanya 6 orang.
Adanya keinginan yang kuat agar bisa membangun suatu kegiatan yang produktif.
Adanya kesadaran bahwa suatu cita-cita haruslah diperjuangkan dengan se kuat-kuatnya dan keprihatinan harus dilalui dengan semangat.
Pada waktu itu setiap karyawan sehari hanya bisa mendapatkan sebungkus indomie  diterima dengan senang hati.
Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil !

Terjalin kerjasama dengan PLN, baik dengan PLN Depok maupun PLN Jakarta.
Kemudian terbentuknya mini market Soliamitra sesudah mengikuti pelatihan yang diadakan Departemen Koperasi pusat ( 17 tahun yang lalu.)

Semua itu membuat KUD Soliamitra menjadi KUD yang  menghapus tuduhan bahwa asal koperasi pasti korupsi, bubar dan pengurusnya lari.
KUD Soliamitra cermin KUD yang amanah. Baik pengurus maupun karyawannya berusaha agar KUD Soliamitra bisa memberikan manfaat yang besar bukan saja untuk karyawan, dan anggota tapi juga untuk masyarakat.
Atas perintisan itu Ibu Hj Ratna Marsoedi sebagai salah seorang pendiri dan ketua pertama KUD Soliamitra mendapat penghargaan dari pemkot Depok.
Demikian juga penerus ketua berikutnya Bp H.Mohamad HB, SE yang sebelumnya adalah karyawan KUD Soliamitra, menjadi ketua dan mendapat penghargaan dari Pemkot Depok karena didalam kepemimpinannya mampu membawa KUD Soliamitra menjadi satu dari empat koperasi terbaik di kota Depok.

Sungguh luarbiasa ! Dari semula jumlah karyawan hanya 6 orang, sekarang memperkerjakan hampir 100 karyawan.

Semoga langgeng KUD Soliamitra. !!


Bu Ratna dengan 6 orang karyawannya
( Cikal bakal KUD Soliamitra)-Th 1994


Ibu Ratna menerima penghargaan sebagai perintis/tokoh koperasi
Bp Mohamad menerima penghargaan sebagai ketua KUD terbaik se kota Depok
( Tahun 2009)








Mini Market ramah lingkungan

Mengapa disebut mini market yang ramah lingkungan ?

Mini Market Soliamitra mendapatkan pasokan barang dari berbagai supplier yang secara mandiri dicari sendiri ketika mini market ini mulai beroperasi. Mencari barang ke pasar-pasar grosir seperti Tanah Abang, Jatinegara, Manggadua dll. Mencari informasi lalu mengontak supplier-supplier besar seperti Unilever, Indofood dll. Dan pada akhirnya setelah buka beberapa lama para suplier datang berbondong-bondong menawarkan dagangannya.
Tahapan-tahapan untuk membuka mini market ini dilalui dengan secara tekun dan cermat mempraktekkan kiat-kiat yang diajarkan pada waktu  mengikuti pelatihan ke minimarketan yang diadakan oleh Departemen Koperasi Pusat, yang menggandeng Yayasan Pendidikan Prasetya Mulya dan Hero Supermarket sekitar 17 tahun yang lalu.
Barang-barang di Mark Up sesuai harga pasaran. Kebanyakan harga lebih tinggi sedikit dari warung-warung kecil disekitarnya. Itulah sebabnya warung sekitar minimarket Soliamitra tidak menganggap keberadaan mini market ini sebagai ancaman.Warung masih tetap punya konsumen orang-orang disekitar warug tersebut, dan mini market Soliamitrapun tidak pernah kekurangan konsumen. Setiap hari orang datang silih berganti rame mengunjungi mini market Soliamitra karena mini market ini punya kelebihan yaitu barang yang tersedia sangat lengkap. Food dan Non Food. Dari terasi sampai jarum dan benang.Aneka accecories, ATK, perlengkapan bayi, alat rumah tangga , kosmetik dll, semua lengkap ada disini.

Siapa konsumen mini market Soliamitra?
Penduduk disekitar, baik yang di kampung maupun yang di perumahan-perumahan.
Karena ini mini marketnya koperasi Soliamitra,  maka para anggota koperasi pun banyak yang belanja disini.
Para orang tua, adik, kakak, kerabat juga para tetangganya karyawan   belanja disini., karena mini market Soliamitra menggunakan karyawan yang semuanya berasal dari lingkungan sekitar.
Konsumen yang tinggal relatif jauh, tapi belanja ke MM Soliamitra karena lengkap dan murah.

Nah jadi benar kan ? Mini Market ini bisa disebut mini market yang ramah lingkungan . Karena tidak merugikan warung disekitarnya, menggunakan karyawan warga setempat,  sehingga dicintai oleh warga  karena memberi manfaat kepada mereka.





Sejarah Mini Market “SOLIAMITRA”

Sekitar 17 tahun yang lalu (Di jaman Orde Baru), Kementrian Koperasi /Departemen Koperasi Pusat menggandeng sebuah Yayasan Pendidikan yaitu Yayasan Prasetya Mulya (Bag CSR nya) dan Super market terdepan pada waktu itu yaitu Super market Hero (Bag CSR nya)  mengadakan pelatihan ke”mini market”an untuk Koperasi, dan UKM dan pelatihan itu ternyata sukses!

Pelatihan pada waktu itu, difollow up i dengan mendorong keperasi -koperasi peserta pelatihan untuk mendirikan mini market dan yayasan serta supermarket besar tersebut memberikan pendampingan dimana berperan sebagai konsultan
Dalam proses pendampingan ini, semua tata cara tahap-tahap untuk mulai membuka suatu usaha mini market terus mendapat arahan dan saran sesuai apa yang sudah diberikan di pelatihan.
Pendampingan selesai ketika mini market koperasi sudah mulai beroperasi dan nampak berjalan lancar
Sistim pendampingan ini sangat berlainan dengan sistim franchise seperti yang dilakukan oleh Super market.super market yang ada sekarang ini, dimana dilakukan pasokan barang dan  petetapan harga oleh pihak super market yang sering dibuat dibawah harga toko-toko kecil sehingga mematikan warung-warung kecil.

Pada sisitim pendampingan,.mini market koperasi harus mencari pasokan barang dan petapan harga sendiri sehingga harga sesuai pasaran. Super market hanya sebagai konsultan tentang cara dan strategi pengelolaan dan pemasaran saja, sehingga mini market koperasi ini tidak mematikan warung-warung kecil,

Salah satu koperasi yang berhasil adalah KUD Soliamitra yang berada di Kecamatan Limo Depok. Adapun nama mini marketnya adalah ”Mini Market Soliamitra” (MM Soliamitra). MM Soliamitra, mampu berkembang dengan baik, (sekarang memiliki dua mini market), bahkan juga mampu memberikan pendampingan (bukan Franchise) kepada Koperasi, atau UKM yang ingin mendirikan mini market.

Adapun yang sudah berhasil mendirikan mini market dengan sistim pendampingan oleh MM Soliamitra adalah Mini Market Indocement Cibinong (milik perusahaan semen, PT Indocement Cibinong) dan Mini Market “ Al Hilal” ( milik perseorangan ) di Pancoran Jakarta .

MM Soliamitra, tidak menjadi ancaman bagi warung/toko kecil, karena tidak ada persaingan harga yang tajam. Penetapan harga di mini market Soliamitra, tidak berdasarkan penetapan oleh pihak pendamping pada waktu itu (super market besar pendamping), tetapi dibiarkan mengikuti pasaran bebas. Jadi harga di MM Soliamitra lebih mahal sedikit dari warung-warung kecil, tapi masih lebih murah dari super market.Jadi semua segmen masyarakat bisa terlayani. Tidak seperti mini market Franchise sekarang ini, yang pasang harga jauh lebih murah dari warung kecil, sehingga menyedot konsumennya warung kecil.
Bagi pemilik mini marketpun, dengan cara pendampingan ini sebenarnya jauh labih menguntungkan daripada Sistim Franchise, karena sesudah masa pendampingan yang cuma satu tahun, seluruh keuntungan toko menjadi milik nya, disamping penguasaan manajemen toko yang sejak awal pemilik sudah dilibatkan.

MM Soliamitra mempunyai manajemen yang khusus, yang membuat mini market ini ramah lingkungan yaitu tidak menjadi ancaman bagi pelaku usaha kecil (Warung-warung kecil ) disekitarnya. sehingga perlu diappresiasi bahkan mestinya mini market model seperti inilah yang dikembangkan di masyarakat.
Sayang, pemerintah nampaknya tidak tanggap dan tidak berpihak pada rakyat kecil. Sekarang justru yang mendapat kesempatan luas adalah pembuatan mini market dengan model franchise dari nama-nama terkenal, yang malah membuat warung-warung kecil gulung tikar. Alangkah menyedihkannya.

Padahal apabila yang dikembangkan mini market-mini market dengan model pendampingan seperti Mini Market Soliamitra ini, akan terjaminlah persaingan usaha yang sehat, dan bertumbuh kembanglah usaha kecil, serta terciptalah kesejahteraan yang adil dan merata.

Mini Market Soliamitra
Jalan limo raya 193 kelurahan Limo, Depok


Mini Market Soliamitra
Jalan limo raya 195 kelurahan Limo, Depok
(Tampilan terbaru 2012)
Mini Market Soliamitra II
Kelurahan Grogol, Depok